Rabu, 11 September 2019

BANGKIT

bangkit, merupakan kata biasa tapi memiliki banyak makna.

bangkit bisa menjadi luar biasa saat seseorang mendengar dari orang yang dicintainya. aku lah sang bangkit yang dapat membangkit kan rasa manusia. berbicara tentang rasa. bagaimana bisa rasa menjadi sangat biasa ketika kamu menemui seseorang yang kamu benci ? kenapa kita sebagai wanita tidak membiarkan rasa ini mengalir dengan orang yang tidak kita sukai ?

apakah kalian pernah menyadari betapa sombong nya diri anda sehingga tidak membangkitkan diri dari keterpurukan.

ahh mungkin basi, ini blog macam apa ? motivasi ? tidak berguna. tapi teman, aku punya satu cerita yang lumayan menarik tapi kalau kalian penasaran boleh dilanjut bacanya.


dering telpon berbunyi dari seeorang perempuan, yang sedang menggunakan jilbab nya. dan akan pergi untuk membeli makan. perempuan ini tidak cantik, namun sedikit manis, dan bisa dibilang seperti malika (kedelai hitam ) :D. perempuan ini adalah aku. iya aku merupakan anak kosan yang berumur 20 tahun. sejak smp aku sudah jauh dari orang tua. dan ga tau kenapa aku selama 7 tahun terkahir semenjak aku jauh dari kampungku, aku tidak pernah merasakan apa itu dan bagaimana itu home sick. anehnya aku.

tut..tut..tut..
mungkin seperti itu bunyi telpon yang setelah itu aku angkat. dan artinya tidak ada jawaban. karena aku terburu-buru maka aku tidak melihat siapa yang menelpon ku saat itu.
sekembalinya aku dari membeli makan, aku cek telpon yg berdering tadi daan setelah tau aku lompat lompat loncat dan seneng banget, kalian tau kenapa ? itu adalah cinta pertamaku. iya cinta pertamaku sewaktu SD. dan sampai sekrang aku masih mengagumi nya.